You Are Here: Home » Alumni » Mengapa E-Learning Tools Tidak Praktis?

Mengapa E-Learning Tools Tidak Praktis?

Pada saat ini saya sedang melakukan riset tentang proses belajar jarak jauh, collaborative learning, jejaring sosial dan bentuk lain dari distributed learning untuk keperluan tesis saya. Setelah beberapa saat mencari tahu, saya pun mendapatkan bahwa tools e-learning yang ada tidak praktis!

Mengapa? Karena saya melihat bahwa tools ini masih terlalu berfokus pada sistem, bagaimana secara pedagogis suatu pelajaran dapat diberikan secara sistematis. Beberapa dari yang sudah ada telah mengimplementasikan sistem pengelolaan kelas yang baik sehingga terstruktur dan dapat dikelola dengan baik dan mudah. Namun baru sebatas itu. Dari segi end user, yaitu peserta didik, tools ini masih bersifat tidak praktis dan kurang nyaman untuk digunakan.

Setelah saya mempelajari beberapa metode dan teori cara belajar, saya menyimpulkan bahwa proses belajar adalah salah satu bentuk komunikasi manusia. Saya beranggapan bahwa manusia tidak bisa mempelajari suatu hal secara otodidak dengan efisien. Memang sebenarnya kita bisa otodidak, namun pada akhirnya kita perlu untuk mendiskusikan apa yang telah kita pelajari dengan teman kita atau dengan orang lain. Tujuannya cukup jelas, kita ingin verifikasi dan validasi apa yang telah kita pelajari, dan di sisi lain dengan diskusi kita dapat menemukan hal baru yang menarik yang akan kita lakukan eksplorasi lebih lanjut, memperdalam proses belajar dan menghasilkan pemahaman yang lebih baik.

Komunikasi adalah salah satu bentuk interaksi manusia yang paling dasar, ditambah manusia juga memiliki tabiat dan perilaku masing-masing yang dapat mempengaruhi komunikasi antara beberapa orang. Poin ini saya rasa belum cukup diakomodasi oleh tool e-learning yang sudah ada.

Lebih lanjut saya mencoba untuk mencari tahu alat bantu e-learning yang terbaik, dan hasilnya pun cukup menarik. Berdasarkan suatu riset, Twitter dan situs jejaring sosial lainnya menjadi alat bantu e-learning yang paling baik, jauh di atas situs yang memang dirancang untuk menjadi alat e-learning. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi sosial antara peserta didik dan juga guru adalah hal yang penting dalam suatu proses belajar. Sebenarnya hal ini adalah refleksi dari kehidupan nyata, bahwa kita seringkali mencari partner diskusi yang sesuai dengan kita dan topik yang ingin kita angkat. Kita tidak bisa mendiskusikan semua hal kepada semua orang, biasanya (dan saya sendiri) membuat suatu kategori, topik apa yang bisa dibahas dengan siapa.

Jadi solusinya?

Solusinya menurut saya, tambah fitur atau fungsi interaksi sosial pada e-learning tools. Atau lebih mudahnya, gunakan jejaring sosial yang sudah ada menjadi alat bantu belajar kita.

About The Author

Number of Entries : 6

Comments (5)

  • Muhammad Ghazali

    Hello, bahasan yang menarik mengenai e-learning tools, good job!
    Pertanyaan yang selanjutnya saya terpikirkan oleh saya adalah “Mengapa pembelajar lebih memilih menggunakan jejaring sosial sebagai alat bantu e-learning dibandingkan dengan aplikasi yang memang khusus sebagai alat-bantu e-learning?”
    Padahal ada beberapa e-learning tools yang menyediakan fasilitas untuk berinteraksi dengan sesama pembelajar, contohnya Moodle yang meyediakan fitur chat (http://docs.moodle.org/22/en/Category:New_features).

    Can you explain that? Why?
    Thanks.

    Balas
    • Prasetyo Andy Wicaksono

      halo ghanoz!

      jadi begini, menurut saya hal yang sama berlaku dengan jejaring sosial, mengapa banyak orang yang menggunakan facebook, dibanding menggunakan hi5 atau orkut?

      karena salah satunya adalah pengaruh lingkungan. belajar secara kolaboratif membutuhkan teman dan lebih luasnya lingkungan yang mendukung. Dan saat ini yang populer memang orang-orang menggunakan jejaring sosial ketimbang moodle.

      Jejaring sosial memiliki fun factor, sedangkan e-learning tools yang ada sekarang belum. Atau belum terekspos dengan baik.

      semoga menjawab :)

      Balas
      • Muhammad Ghazali

        Hello paw, sudah terjawab :-)
        masih di bahasan yang cukup menarik buat kita bahas :D
        Menarik sekali kalau melihat fenomena bahwa mungkin pada umumnya orang-orang di kita enggan menggunakan Moodle padahal fasilitas yang disediakan jauh lebih baik.
        Fun factor, nampak e-learning tools terkini perlu mengaplikasikan fun factor yang tentu saja juga banyak akan membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan. IMO untuk berkolaborasi dalam mendiskusikan sesuatu, stackoverflow.com lebih cocok untuk untuk digunakan dibandingkan Facebook. Why? Karena fiturnya jauh lebih baik dalam hal feedback dan kulturnya jauh lebih fun.

        Thanks,
        best regards.

        Balas
        • Prasetyo Andy Wicaksono

          Hello Ghanoz,
          sebenarnya adalagi salah satu faktor mengapa diskusi di jejaring sosial lebih umum terjadi. Karena masalah lingkungan.

          Kita tahu ada situs seperti stackoverflow, quora dan juga forum. Semua ini memungkinkan kita untuk diskusi, tapi kalau kita lihat pengguna stackoverflow kebanyakan merupakan satu komunitas yang sama, developer/programmer/researcher. Quora masih belum terlalu banyak masyarakat umum, istilahnya, pasarnya masih niche.

          Namun jejaring sosial digunakan oleh banyak orang dan mereka sudah terbiasa menggunakannya. Karena lingkungan yang seperti ini, diskusi lebih banyak terjadi di jejaring sosial ketimbang situs yang mengkhususkan diri seperti e-learning tools, atau Q&A sites.

          Balas
          • Muhammad Ghazali

            Hello paw,
            yeah, I see the big question is “Apa mereka tidak cukup mengetahui berbagai jenis specific e-learning tools yang ada?”. IMO orang-orang lebih menggunakan jejaring sosial karena memang sudah banyak yang mengetahui kegunaan jejaring sosial dapat digunakan untuk berinteraksi dan menjadikannya sebagai alat bantu belajar (diskusi) dengan sesama. Jadi, kesimpulan sementara saya orang-orang tidak begitu mengetahui specific e-learning tools yang ada.

            Thanks,
            best regards.

Leave a Comment

© 2011 Copyright by Informatika.org, Powered By Wordpress, Goodnews Theme By Momizat Team

Scroll to top