Kenapa Informatika ITB?
Berikut adalah kata alumni, mahasiswa, dosen Informatika ITB tentang Informatika ITB dan kenapa harus masuk Informatika ITB. Bagi rekan-rekan yang ingin menyumbangkan cerita, dapat membaca halaman ini.
-
Slamet & Naning (1996) - ValueStream International
Mei 8, 2012
-
Bayu Aji (1994) - PT Vale Indonesia
Mei 1, 2012
-
Slamet Puji Santuso (1996) - Direktur Teknologi PT ValueStream International
“Success is Enterpreneurship with Logic dan Science”
Walaupun awalnya gak niat kuliah (karena memang gak disitu target awalnya), tapi ternyata, jalan saya sepertinya di ranah informatika. Dan sampe sekarang masih berhubungan dengan hal2 yang berbau teknologi informasi (informatika banget).
Ada banyak hal yang saya alami selama menimba keilmuan di IF-ITB termasuk kemandirian dan organisasi. Akan tetapi ada 2 hal penting yang sangat membantu saya mencapai prestasi saat ini yaitu (1) Pola Pikir Logis Terstruktur dan (2) Basic Keilmuan Keinformatikaan.
Tapi yang paling penting adalah yang pertama karena setiap permasalahan harus dapat disimpulkan benang merahnya sebelum mengajukan alternatif solusi yang diinginkan. Berdasarkan pengalaman saya dengan programmer/developer dari beberapa universitas/perguruan tinggi, anak2 IF-ITB memiliki keunggulan dari sisi pemahaman permasalahan dan alternatif solusi yang diajukan. Klo urusan coding, masih harus lebih banyak belajar lagi karena memang tidak diajarkan secara khusus pas kuliah.
Salah satu prestasi terbesar berbasis basic science of informatics (producer-consumer) yang sudah dicapai adalah pengembangan ONLINE PAYMENT GATEWAY yang setiap bulannya melayani lebih dari 45 juta transaksi per bulan (dan terus meningkat) dan masih aktif hingga saat ini.
Hal lain yang menurut saya perlu ada di kurikulum IF-ITB adalah mengenai enterpreneurship, jangan sampe cuman jadi kuli yang cuman disuruh ini dan itu. Jadilah innovator dan memberikan sumbangsih riil dalam kehidupan kita sehari-hari.
Intinya, saya merasa sangat beruntung dapat menimba ilmu di IF-ITB hingga menunjang karier/prestasi saya sampai saat ini. Hal terbaik dalam hidup saya juga saya alami semasa IF-ITB (ketemu jodoh sekelas).
April 27, 2012 -
Restya Winda Astari (2006) - Game Programmer & Associate Producer Agate Studio
Cita-cita saya untuk belajar di Informatika ITB tidak lepas dari peran keluarga yang telah menyediakan fasilitas komputer sejak saya masih SD. Sejak SD, saya suka bermain komputer. Saat kelas 2 SMA, saya tergabung ke dalam ICTeam Bhawikarsu lalu mengganti cita-cita saya yang semula ingin menjadi dokter. Saya ingin membuat aplikasi untuk membuat hidup menjadi lebih baik dan lebih menyenangkan. Saya ingin belajar di Informatika. Informatika yang bagus di mana? Kata passing grade sih di ITB.. Maka saya pun ber-SPMB ria agar diterima di Informatika ITB.
Alhamdulillah, akhirnya saya diterima di Informatika ITB. Di sini, saya bertemu teman-teman luar biasa dari seluruh Indonesia ^^ Belajar di Informatika ITB tidak hanya memberikan saya keterampilan teknis tapi juga cara berpikir secara analitis, sistematis, dan kreatif. Informatika ITB dengan banyaknya tugas kelompok yang diberikan juga mengasah teamwork dan mempererat persahabatan. Dengan belajar di Informatika ITB, saya juga memiliki kesempatan untuk mengikuti organisasi kemahsiswaan yang membuka mata saya tentang kehidupan.
Nah, karena masa kuliah yang menyenangkan itu “harus” selesai dalam masa 4 tahun, saya mengikuti program fasttrack S1-S2 dan saya bisa lebih lama 1 tahun di kampus
Banyaknya beasiswa di ITB membuat saya dapat mengikuti kuliah S2 tanpa membayar sama sekali, bahkan memperoleh biaya hidup. Saat kuliah S2, saya sempat mengikuti AOTULE Student Exchange di Kuala Lumpur selama sebulan. Berbagai pengalaman yang pernah dijalani selama berkuliah membuat saya sangat bersyukur pernah belajar di Informatika ITB. Banyak sekali hal yang dapat dipelajari dan diterapkan kepada lingkungan untuk membuat hidup lebih baik dan menyenangkan
April 26, 2012 -
Reza Ferrydiansyah (1996) - Software Development Engineer Microsoft Redmond
April 25, 2012
-
I Gusti Putu Kompiang (1994) - Mitrais
April 24, 2012
-
Ega Dioni Putri (2006) - Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Keio, Fujisawa, Jepang
Alasan seriusnya dulu karena tertarik dengan perkomputeran, tentunya masih sebagai end-user. Tidak terpikir untuk belajar programming dan sebagainya. Maklum, di sekolah belum pernah diajari. Alasan tidak seriusnya sih, yang mungkin juga dimiliki sebagian teman lain, adalah karena dulu zaman saya SPMB, IF ITB itu passing grade-nya nomor satu se-Indonesia. Sekarang mungkin sudah di bawah program studi lain di ITB, jadi tidak bisa dibandingkan, tapi insyaallah di blantika informatika (atau lebih umum disebut IT) tanah air itu sendiri, tetap megang juara pertama J Mikirnya sih simpel saja, kalau ingin belajar sesuatu kenapa nggak di tempat yang terbaik sekalian. Ternyata setelah dijalani, benar terasa bedanya dengan IF kampus lain. Perbedaan yang membawa banyak hal positif saat sudah lulus, baik untuk bekerja maupun kuliah lagi.
Menurut saya, bedanya IF ITB itu mengajarkan materi dan pola pikir kepada mahasiswa untuk menjadi sosok di posisi high-level. Ya, level high. Tinggi, tapi sekaligus kita dididik untuk jadi baseline-nya. Tinggi di sini maksudnya dalam konteks manajerial. Semakin tinggi posisi seseorang, seharusnya bukan tenaganya yang semakin banyak dibutuhkan melainkan pikirannya. Jadi kasarnya, kalau ada desain suatu sistem, kita itu lebih ke penemunya, perancangnya, penulis skenario mekanismenya, analis bisnisnya, dan sebagainya, tapi urusan implementasinya sih bisa saja tinggal diserahkan ke lulusan/mahasiswa kampus lain, bahkan ke mereka yang mungkin hanya ikut kursus. Ini juga secara tidak langsung menjelaskan sisi baseline tadi, yaitu bagian yang sifatnya mendasar dan esensial. Untuk berada di posisi itulah mahasiswa IF ITB ditempa selama perkuliahan.
Terus, nggak butuh dong ilmu informatikanya? Oho.. siapa bilang.. mana bisa kita jadi bos kalau nggak tahu mau nyuruh pegawainya bikin apa, harus ngapain, dan gimana caranya biar sesuai keinginan kita J Ada sebuah pernyataan dosen senior IF ITB yang menggambarkan contoh gaya high-level ini, yaitu “coder dan programmer itu sama-sama bisa coding, tapi programmer tahu bagaimana membuat program yang baik, sedangkan coder tidak”. Pesan itu masih saya ingat dan selalu memotivasi tiap memulai suatu kerjaan baru untuk berpikir “As IF ITB graduate, what makes my masterpiece special than other ones?”.
Mungkin ada yang protes kalau “beda” saja tidak cukup. Oke, saya bilang atmosfer yang bisa kita rasakan di IF ITB sangat lengkap dan hampir sama kuat, mulai dari engineering, science (ala film-film sci-fi gitu), organisasi termasuk kepanitiaan, kejuaraan, sampai entrepreneurship silih berganti menyelimuti kehidupan penduduknya. Rasanya belum puas menikmati semuanya itu karena dulu terlalu banyak bermain di luar. Makanya, buat yang baru mau masuk sini, udah bukan waktunya ragu lagi, tapi bulatkan tekad, bismillah, dan dapatkan banyak kesempatan berharga yang tersedia di sini. Maksimalkan waktu yang terbatas untuk memperbanyak prestasi. Ganbatte kudasai (^_^)
April 23, 2012 -
Archie Anugrah (2008) - Koordinator Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak - Informatika ITB
Dulu, saya berasal dari salah satu SMA swasta di Bandung, SMA St. Aloysius 1. Kebetulan dari dulu memang saya tertarik dengan penggunaan komputer, sehingga walaupun bingung dalam memilih jurusan, saya akhirnya eager untuk memilih Informatika. Walaupun kini saya bersyukur berkuliah disini, dulu ITB tidak masuk dalam daftar pilihan saya. Ada sebuah ketakutan untuk kaum keturunan Tionghoa untuk bersekolah di negeri, semenjak peristiwa Mei 1998 lalu sehingga sebagaimana teman teman lain, saya lebih tertarik untuk melanjutkan kuliah di swasta saja. Untung saja ayah dan ibu saya berpikiran terbuka. Mereka melihat bahwa jaman sudah berubah dan ITB merupakan komunitas kaum intelek yang berperilaku secara terdidik.
Singkat cerita, saya masuk STEI dengan langkah mantap di Informatika. Saya cinta pada elektronika, tetapi sayangnya saya tetap ingat cinta pertama saya, Informatika. Hidup dan pelajaran di Informatika ITB sangatlah menyenangkan. Komunitas akademik yang menyenangkan dengan kurikulum yang baik menempa langkah saya menjadi manusia terdidik dan himpunan mahasiswa serta unit kegiatan menempa saya menjadi manusia yang lebih penuh lagi. It’s a great experience to learn in ITB! Orang tua saya ternyata benar, ITB merupakan lingkungan yang baik untuk perkembangkan menuju kedewasaan, dan saya membayangkan begitu bodohnya saya kalau dahulu saya benar-benar membuang ITB.
Saat ini, saya sedang menjabat sebagai Koordinator Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak – Informatika ITB. Selain itu, kesadaran yang ditanamkan kepada para mahasiswa ITB mengajarkan saya untuk bergerak membuat sebuah social project bernama Experia net label sejak Januari 2012 lalu yang saat ini telah diliput oleh beberapa media lokal. ITB telah memampukan dan mendewasakan saya selama beberapa tahun ini, dan sekarang saatnya kalian para generasi penerus untuk meneruskan perjuangan kami yang sebentar lagi lulus. Bagi yang tertarik, yuk masuk Informatika =)
April 21, 2012 -
Tina Yuliani Ayuningsih (2005) - Owner, Trainer, dan Web Developer di LKP Kembar dan Rumah Pintar Kembar
“Jika kamu tumbuh dalam kumpulan anak elang, niscaya kamu akan mampu tumbuh besar menjadi elang…”
Bagi saya, kesempatan untuk kuliah di Teknik Informatika ITB adalah salah satu anugerah terindah dalam hidup saya. Saya yang sejak kecil hingga SMA tumbuh di kota kecil di antara Yogya dan Solo, mulai berani bermimpi untuk masuk ITB. Bahkan waktu SMA, pemrograman pun saya tidak tahu sama sekali karena ekstrakurikuler (waktu itu belum ada pelajaran TIK) di SMA hanya mentok sampai Microsoft Office.
Awal masuk ITB, saya merasa super bangga, sebagai satu dari sekian pejuang SPMB dari kota Klaten yang berhasil lolos diterima di ITB. Namun, rasa kebanggaan itu harus diimbangi dengan kemampuan menyesuaikan diri dengan teman-teman seangkatan di T. Informatika ITB. Saya ingat, betapa dulu saya sempat ditegur asisten saat praktikum di labdas karena saya tidak bisa mengerjakan soal praktikum.”Kalau kayak gini aja ga bisa, ngapain masuk IF?!”
Jleb!!! Hati saya benar-benar sakit kala itu. Saya sadar, saya berada di kumpulan elang terbaik di Indonesia, saya tidak bisa terus bersikap seperti anak ayam. Saya kemudian introspeksi diri dan rajin berlatih koding, bahkan sampai belajar di kosan teman supaya teman saya bersedia mengajari saya materi pemrograman yang saya belum merasa mampu. Saya pun sering mengikuti event seputar IT di kampus dan bergabung menjadi asisten Comlabs untuk memperluas wawasan IT saya.
Alhamdulillah, saya yang tadinya merasa salah jurusan menjadi semakin yakin dan bersyukur telah berkesempatan menimba ilmu di T. Informatika ITB. Bahkan saya dipercaya menjadi asisten salah satu Lab, yakni Lab Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang tentunya menambah kecintaan saya terhadap dunia IT.
Bukan hanya itu, dengan berkuliah di T. Informatika ITB, saya dan teman-teman seangkatan dapat dengan mudah mengikuti berbagai perlombaan bergengsi, seperti Imagine Cup yang diadakan oleh Microsoft dan alhamdulillah tim kami (Shieny, Indra/Oon, Alsa, dan saya) menjadi salah satu juaranya di tahun 2008.
Selain keahlian teknis dalam dunia IT, berkuliah di T. Informatika ITB juga mengajarkan kepada saya untuk percaya diri, kerjasama tim, disiplin, bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan, mandiri, dan perfeksionis (hey, pemrograman salah satu karakter saja pasti error kan? Hehehe…) yang dapat mengantarkan saya ke kesempatan-kesempatan besar dalam hidup saya seperti menjadi meraih Ganesha Prize ITB di tahun 2008, menjadi peserta Total Summer School di Perancis tahun 2009, dan mendapat kesempatan riset tentang Process Mining di TU Eindhoven Belanda tahun 2009. Tentunya hal itu juga tidak terlepas dari izin dan ridha Allah swt yang sangat saya syukuri.
Saya yakin, kesempatan teman-teman akan terbuka lebar dengan bergabung di T. Informatika ITB. Apapun kesempatan itu, pastikan selalu membuat kita bisa menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Only by giving are you able to receive more than you already have.
Giving is better than receiving because giving starts the receiving process. What you give becomes an investment that will return to you multiplied at some point in the future.
When somebody shares, everybody wins.
Salam hangat dari Klaten (http://www.rumahpintar-kembar.com)
April 20, 2012 -
Dekha Anggareska (2010) - Mahasiswa Informatika ITB
Pada masa SMA, yang ada di pikiran saya sebagai destinasi selanjutnya adalah Fakultas Kedokteran. Namun menjelang masa-masa SNMPTN 2010, saya condong berubah pikiran menuju Teknik Informatika ITB. Selain karena merupakan jurusan favorit di ITB, saya juga menyukai hal-hal berbau IT.
Setelah akhirnya berhasil diterima di Teknik Informatika ITB, dalam bayangan saya adalah penuhnya hari-hari saya diisi dengan kuliah pemrograman yang berbau code-code. Namun kenyataannya tidak begitu. Yang diajarkan di sini bukan sekedar teknis pemrograman yang bisa didapatkan dengan kursus-kursus singkat, namun lebih ke arah pembentukan pola pikir seorang engineer dalam memandang suatu masalah dengan melakukan analisis kondisi.
Meskipun baru menginjak tingkat 2, saya telah mendapatkan berbagai ilmu bermanfaat dari kuliah-kuliah yang diajarkan. Kuliah pemrograman yang diajarkan pun hanya sebatas konsep-konsep dasar, seperti procedural atau pun object-oriented. Sementara bahasanya kita diharuskan mengeksplorasi sendiri. Hal ini dapat meningkatkan motivasi untuk mencari ilmu lebih luas dari sekedar yang diajarkan di kuliah.Informatika merupakan bidang yang akan terus berkembang untuk saat ini. Semua bidang keilmuan memerlukan informatika. Banyak tokoh terkaya di dunia yang berasal dari lingkup keinformatikaan. Selain itu juga, banyak entrepreneur muda yang meraih kesuksesan dalam bisnis di bidang IT. Di himpunan pun, banyak proyek yang berdatangan. Lalu kenapa harus Informatika ITB? Selain karena lulusannya telah membuktikan kapabilitasnya di dunia kerja adalah karena di sini atmosfer untuk terus melakukan pengembangan diri sangat tinggi. Dengan dosen-dosen yang luar biasa ditambah teman-teman dan senior yang selalu mendukung membuat saya nyaman berada di Teknik Informatika ITB.
April 19, 2012